Tugas Disko 8 Kewirausahaan
Ketua :Felix Anthony
Seketaris :Aryanto
Anggota : 1.Hengky Kristiawan
2.Vicko Pionicko
3.Juvino
Kelas :X.ak.1
Materi Disko:
Metode-metode pengelolaan konflik
Metode-metode pengelolaan konflik yaitu:
a) Metode stimulasi konflik
Konflik dapat menimbulkan dinamika dan pencapaian cara yang baik dalam kegiatan kerja suatu kelompok. Situasi konflik yang rendah akan menyebabkan karyawan takut berinisiatif dan menjadai pasif .Kejadian , perilaku dan informasi yang dapat mengarahkan orang bekerja lebih baik diabaikan ; para anggota saling bertoleransi terhadap kelemahan dan kejelekan pelaksanaan kerja.Dalam metode ini , dengan sengaja potensi penyebab yang menyebabkan terjadinya konflik diabaikan untuk diharapkan memberikan manfaat dalam memajukan suatu organisasi .
Metode stimulasi konflik meliputi:
1. Pemasukan orang luar dalam kelompok
Segi positif yang diperoleh dari masuknya orang luar adalah ide baru yang dibawa dari luar , dimana kelompok tersebut belum ada .Namun ide-ide baru yang dibawa orang luar dapat menyebabkan konflik dikarenakan belum bias diterapkana di dalam .
2. Penyusunan kembali organisasi
Susunan organisasi yang lama tidak diganti , dengan orang-orang tertentu yang menduduki posisi tertentu , akan menciptakan ketidakjelasan arah organisasi yang akan dibawa kemana (status Quo) .Hal itu menyebabkan apatis bagi organisasi lainnya yang tidak beroposisi , sehingga tidak menimbulkan konflik secara terbuka0
3. Penawaran bonus,pembayaran intensif dan penghargaan untuk mendorong persaingan
Hal ini diberikan pada karyawan agar mereka lebih bersemangat bekerja . Jika persaingan antar karyawan dilakukan secara objektif dan positif akan menyebabkan kemajuan . Contoh konkrit adalah pemberian bonus bagi tenaga pemasaran yang mencapai target pemasaran yang mencapai target tertentu.
4. Pemilihan manajer yang tepat
Pemilihan manajer dapat memakai beberapa cara yaitu dengan system senioritas tapi memiliki kelemahan karena dapat terjadi karyawan baru yang memiliki potensi kerja yang baik. Ataupun dengan system kualitas dimana menempatkan karyawan baru sebagai manajer .
5. Perlakuan yang berbeda dengan kebiasaan
Pada umumnya anggota organisasi terpukau dengan kebiasaan-kebiasaan (konvensi) yang berlaku. Misalnya penaikan pangkat.Adanya system baru, misalnya karyawan yang memiliki kemampuan khusus diberi tunjangan khusus dan dapat lebih cepat dinaikkan pangkatnya.Hal tersebut dapat dipakai sebagai stimulasi timbulnya konflik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar